Tingkatkan nilai mutu BOKAR, Disbun Kukar salurkan bantuan alat panen

Marangkayu- Melalui Program Kegiatan Penyediaan Sarana Panen dan Pasca Panen pada Anggaran Perubahan Tahun 2020, Bidang Produksi Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara menyalurkan bantuan alat panen komoditi karet berupa pisau sadap, mangkok sadap, ring mangkok sadap, talang sadap, bak pembeku serta bahan pembeku lateks. Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid)  Produksi Nurul Huda, SP, M.Si didampingi Kepala Seksi (Kasi) Alat dan Mesin Nor Aida, SP, MP dan Kepala UPT P3R Kec. Marang Kayu Ir. Raminah menyerahkan secara simbolis alat panen kepada  Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Prangat Baru ” Mekar Jaya” H. Khaeruddin Noor dan disaksikan Sekretaris Desa Prangat Baru , Arifin untuk dikelola pekebun komoditas karet Desa Prangat Baru Kecamatan Marang Kayu.

Pada kesempatan itu pula Kabid Produksi Nurul Huda, SP, M.Si memberikan pembinaan teknis penggunaan alat panen. Nurul menjelaskan bahwa komoditas karet merupakan salah satu komoditas unggulan di Kaltim, dimana merupakan sumber mata pencaharian pokok bagi pekebun tanaman karet di Kukar.

“Peran penting pengetahuan tentang penyadapan karet sangat mempengaruhi mutu produktivitas Bahan Olahan Karet (BOKAR). Penyadap karet harus memperhatikan tahapan penting mengenai kapan waktu yang tepat untuk melakukan penyadapan, mengontrol kedalaman dan ketebalan irisan serta kemiringan alur sadapan.” jelas Nurul.

Kegiatan pembinaan teknis alat panen karet selanjutnya di praktekkan langsung oleh Nurul ketika melakukan survey lahan perkebunan karet yang berlokasi di KM 60 Rt. 10 Desa Prangat Baru Kec. Marang Kayu.

Pembinaan Teknis penyadapan karet oleh Kabid. Produksi

H. Khaeruddin menyampaikan terimakasih kepada pihak Disbun Kukar khususnya Pemkab Kukar yang berkontribusi menyalurkan bantuan dan memberikan binaan teknis penggunaan alat panen, karena selama ini para pekebun hanya mengandalkan peralatan serta pengetahuan secara tradisonal. Perkebunan karet  yang memiliki luas 16 Ha ini, pengelolaannya memang diperuntukkan Pemkab Kukar kepada Bumdes Prangat Baru sejak 2010 yang lalu. Pohon karet yang berjumlah sekitar 6000 pohon saat ini 80 % dalam kondisi siap untuk dilakukan penyadapan. Ungkap Khaeruddin.

Ditambahkan Nurul bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan bagi pekebun tanaman karet guna meningkatkan mutu BOKAR yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan pendapatan pekebun. (sshk)

.

.

Sumber : Bidang Produksi.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *