Sosialisasi Pembentukan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan

Tenggarong – Pada hari Rabu (11/11) telah dilaksanakan Sosialisasi Pembentukan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Kabupaten Kutai Kartanegara di ruang rapat Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar. Peserta yang hadir secara zoom meeting dan secara offline terdiri dari OPD Kukar yang terkait yakni Disbun Prov. Kaltim, Bappeda Kukar, SDA Kukar, PBS (PT. Tunas Prima Sejahtera, Esselon III dan Esselon IV lingkup Dinas Perkebunan, Senior Disbun Kukar yang telah purna tugas selaku pemerhati sektor perkebunan Ir. H. Syahrumsyah dan Ir. Hj. Haerani. Adapun Narasumber berasal dari Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Prov.Kaltim, Ir. Yus Alwie Rahman, M. Si.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. H.Muhammad Taufik Kepala Disbun Kukar dalam sambutannya menjelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan Perkebunan yang berkelanjutan dan amanah dari Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, perlu dilakukan akselerasi pembentukan sebuah wadah bagi segenap Stakeholder Perkebunan yang concern terhadap kemajuan pembangunan Perkebunan di Kabupaten Kukar yang dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman dan informasi yang berguna. Dasar Hukum untuk Pembentukan Forum ini mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No 7 Tahun 2018, Peraturan Gubernur Kalimantan Timur No. 52 Tahun 2018, dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2019.

“Usulan/Konsep/Draft Pembentukan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Kabupaten Kutai Kartanegara ini diharapkan sudah bisa diselesaikan pada minggu III November 2020 untuk selanjutnya diusulkan/disampaikan kepada Bupati pada minggu IV November 2020.” lanjutnya.

Disampaikan oleh Narasumber bahwa Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan seyogyanya dimaksudkan sebagai suatu wadah komunikasi multi pihak yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah sesuai jenjang, pelaku usaha perkebunan, Instansi/Badan/Satuan Unit Kerja Vertikal pusat/Horizontal, masyarakat adat, dan masyarakat sekitar yang secara bersama-sama menangani seluruh hal terkait dengan usaha perkebunan. Forum sejenis yang telah terbentuk adalah di Kabupaten Berau, sementara sejauh ini yang masih dalam proses pengajuan/pembentukan selain Kabupaten Kutai Kartanegara adalah Kutai Timur dan Paser.

Sebagai langkah awal senior pemerhati perkebunan mengusulkan pembentukan tim Formatur FKPB untuk mendiskusikan dan merumuskan Bentuk/Struktur Organisasi dan alat kelengkapan lainnya yang dipandang perlu, didukung oleh adanya APBD atau sumber lain yang tidak mengikat (Mitra Pembangunan) serta sarana kantor Sekretariat dan Tim Sekretariat untuk mendukung kegiatan administrasi Forum.

Forum komunikasi usaha perkebunan berkelanjutan bertugas:

  1. Meningkatkan kerja sama, dan koordinasi pengembangan komoditas strategis perkebunan bagi seluruh pemangku kepentingan perkebunan.
  2. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah provinsi/Kota/Kabupaten dalam rangka meningkatkan daya saing komoditas perkebunan dan persoalan-persoalan perkebunan.
  3. Turut berkontribusi dalam penyelesaian persoalan-persoalan konflik perkebunan secara musyawarah dan mufakat dengan cara melakukan tahap awal penyelesaian konflik.

Forum ini Kelak bukanlah sebagai Eksekutor lapangan agar tidak tumpang tindih dengan Tupoksi Dinas-Dinas yang ada, beberapa hal yang bisa menjadi fokus dan konsentrasi Forum adalah Strategi Hilirisasi hasil perkebunan dan strategi penyelesaian persoalan penelantaran lahan, Forum ini perlu kiranya mendapatkan dukungan APBD, akan melaksanakan komunikasi lanjutan dengan melibatkan tokoh-tokoh dareah lainnya , akademisi dan Dewan Riset Daerah untuk mendapatkan masukan dalam rangka pembentukan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Kabupaten Kutai Kartanegara  ini.

“Usulan/Konsep/Draft Pembentukan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan Kabupaten Kutai Kartanegara ini diharapkan sudah bisa diselesaikan pada minggu III November 2020 untuk selanjutnya diusulkan/disampaikan kepada Bupati pada minggu IV November 2020.” tutup Taufik. (sshk)

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *