Peningkatan Produksi Perkebunan, Peremajaan Tanaman Lada Rakyat

Dalam upaya mewujudkan peningkatan hasil produksi Perkebunan tidak terlepas dari berbagai macam masalah yang dihadapi, salah satunya yaitu penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan. Dari segi kualitas, lahan kita sudah mengalami degradasi yang luar biasa dari sisi kesuburannya karena akibat dari pemakaian pupuk an organik. Pada saat ini banyak sekali petani yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya dan memiliki kecenderungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan akan tinggi, akan tetapi dari waktu ke waktu bukannya meningkat malah semakin menurun hasil produksinya.

Secara umum tanaman lada untuk tumbuh dan berproduksi secara baik sangat membutuhkan unsur hara yang relative banyak. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan penggunaan pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan namun tetap dapat berproduksi secara optimal. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan mencegah degradasi lahan.

Penerapan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/ Permentan/ SR.140/ 10/ 2011 tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah mendapat apresisasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Petani Pekebun. Tersedianya sarana produksi berupa pupuk dan pestisida organik bagi petani kebun sangat membantu perbaikan kondisi lahan dalam meningkatkan hasil produksi.

Untuk langkah-langkah selanjutnya Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara akan menganjurkan pemakaian pupuk organik dan pestisida organik khususnya bagi petani pekebun dan tidak lagi menggunakan pupuk yang mengandung unsur-unsur kimia, tujuanya yaitu untuk perbaikan struktur tanah.

Melalui RKA/DPA SKPD Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Anggaran 2017 terdapat Kegiatan Peningkatan Produksi Perkebunan, Peremajaan Tanaman Lada Rakyat (Bankeu). Tujuannya adalah tersedianya sarana produksi berupa pupuk dan pestisida organik bagi petani pekebun maka diharapkan akan meningkatkan Produktivitas tanaman perkebunan. Dengan meningkatnya Produktivitas tanaman maka akan meningkatkan jumlah produksi komoditi perkebunan sehingga berdampak nyata pada peningkatan perekonomian petani dan masyarakat.

Kegiatan bantuan Pupuk dan Pestisida Organik dialokasikan pada 2 (dua) Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, 3 (tiga) Desa/Kelurahan dan 8 (delapan) Kelompok Tani yang berada diwilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun kelompok tani dan besarnya jumlah bantuan adalah sebagai berikut :

No

Kecamatan Desa/ Kel Kelompok Tani Bantuan Pupuk Organik

Bantuan Pestisida Organik

1.

Loa Janan Batuah Mega Buana 440 Liter 200 Liter

2.

Mario 440 Liter 200 Liter

3.

Lada Muda 440 Liter 200 Liter

4.

Tani Harapan Mandiri Bersaudara 484 Liter 220 Liter

5.

Peduli Lingkungan 484 Liter 220 Liter

6.

Etam 440 Liter 200 Liter

7.

Mitra Sejati 440 Liter 200 Liter

8.

Samboja Tani Bhakti Adil Usaha 440 Liter 200 Liter
Jumlah     3.608 Liter 1.640 Liter

 

Kegiatan Peningkatan Produksi Perkebunan, Peremajaan Tanaman Lada Rakyat (Bankeu) terbagi dalam tiga tahap, yaitu dalam rangka Pemantapan Calon Petani/ Calon Lahan (CP/CL), Pendampingan distribusi Pupuk dan Pestisida Organik dan Pembinaan Teknis.

Hingga saat ini kegiatan Peningkatan Produksi Perkebunan, Peremajaan Tanaman Lada Rakyat (Bankeu) realisasi fisik sudah berjalan 100% yang artinya seluruh bantuan baik berupa Pupuk maupun Pestisida Organik sudah diterima semua anggota kelompok tani  di Kecamatan Loa Janan dan di Kecamatan Samboja.

Sumber: Bidang Produksi Disbun Kukar

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *