Pembuatan Gula Merah dengan Menggunakan Mesin Produksi Tipe Open PAN EVAPORATOR

Produksi Gula Merah Secara Tradisional

Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Bunga (mayang) yang belum mekar diikat kuat (kadang-kadang dipres dengan dua batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Untuk menghasilkan gula yang baik diperlukan kayu bakar yang tua dan kering, sehingga air nira dari pohon dapat dididihkan dengan cepat. Jika pendidihan lambat, maka fermentasi dapat terjadi sehingga terbentuk asam cuka yang mengakibatkan gula terasa asam dan lunak karena bersifat higroskopis (menyerap lembab). Di banyak daerah, kayu kering dan tua semakin sulit didapat terlebih lagi pada musim hujan. Hal ini membuka peluang bagi batu bara sebagai bahan bakar pengganti untuk industri gula merah karena batu bara selalu tersedia baik di musim hujan atau kemarau dengan mutu yang tetap. Seiring dengan perkembngan maka dikembangankan lah alat pengolahan gula merah yang dberi nama MESIN PRODUKSI GULA MERAH AREN TIPE OPEN PAN EVAPORATOR

Mesin Produksi Gula Merah Aren Tipe Open PAN EVAPORATOR

Ada beberapa komponen penyusun dari alat ini. Seluruh komponen yang bersentuhan dengan bahan yang diolah terbuat dari stainless steel.

TANGKI NIRA

Tangki nira dengan volume 590 liter berfungsi untuk menampung sementara nira yang baru disadap sambil menunggu diproses lebih lanjut. Nira dalam tangki disirkulasikan dan dipanaskan dalam economizer yang berada di dalam cerobong asap. Dengan demikian, nira dalam tangki akan menjadi panas selama proses penguapan nira pada evaporator. Setelah selesai pemasakan nira dalam evaporator dan gula siap dicetak, nira dalam tangkipun sudah siap diolah lebih lanjut dalam dengan kondisi sudah panas. Dengan demikian pemguapan/pemasakan nira akan lebih cepat.

TUNGKU

Tungku digunakan untuk sumber pemanasan dalam operasi pemasakan nira menjadi gula. Tungku yang dirancang, menggunakan bahan bakar biomasa seperti batu bara, tempurung kelapa atau kayu bakar dan lain-lain. Tungku dilengkapi dengan blower untuk mempercepat suplai oksigen sehingga pembakaran bahan bakar dapat berlangsung dengan lebih baik.

EVAPORATOR

Evaporator yang digunakan adalah tipe Open Pan Evavorator. Tangki evaporator diletakkan diatas tungku sehingga api pemanas kontak langsung dengan dasar tangki evaporator. Evaporator berfiungsi untuk memanaskan dan mengeluarkan air dari nira yang akan dikentalkan. Evaporator dilengkapi dengan pengaduk dengan blade dari kayu. Blade kayu ditempatkan pada ujung pengaduk dengan kondisi yang dapat dinaik-turunkan sesuai dengan kebutuhan. Blade terbuat dari kayu jika perlu diganti petani dapat membuat sendiri di lokasi produksi.

POMPA TRANSFER

Pompa transfer digunakan untuk memindahkan bahan dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Ada dua pompa transfer yang digunakan, yaitu :
Pompa pertama adalah pompa transfer untuk memindahkan nira yang telah dievaporasi dalam keadaan setengah proses (setengah kental) dan akan disimpan sementara untuk untuk diproses lagi pada kesempatan lain. Pompa ini adalah pompa gear, biasanya digunakan pada evaporator vakum untuk mengeluarkan produk gula hampir siap cetak. Pada evaporator tipe open pan evaporator pompa ini masih memungkinkan untuk digunakan sebagai pompa pengeluaran seperti itu, tetapi pada saat gula masih panas dan harus cepat. Setelah pemompaan selesai akhiri dengan memompa air panas, agar tidak terjadi kemacdetan. Bila operasi pemompaan terlambat memungkinkan terjadi pemadatan dalam pompa dan pipa, sehingan pompa menjadi macet. Jika terjadi pemadatan dan kemacetan dalam pompa, bukalah sambungan pipa dan kemudian pompa dan pipa direndam dengan air panas, tunggu sampai melumer. Setelah itu baru dipasang lagi.
Pompa kedua adalah pompa transfer nira digunakan untuk memindahkan nira dari tangki nira ke evaporator (sebagai pengimput evaporator). Selain itu, pompa ini berfungsi untuk memasukkan nira yang baru dating ke tangki nira. Pompa ini berfungsi juga untuk sirkulasi nira di tangki nira ke economizer dan kembali lagi ke trangki nira selama proases evaporasi di dalam evaporator berlangsung

EKONOMIZER

Ekonomizer adalah komponen alat yang digunakan untuk memanfaatkan gas buangan dalam cerobong yang masih panas untuk pemanasan nir. Ekonomizer adalah berupa alat pindah panas tipe tubular yang ditempatkan dalam cerobong asap. Selama operasi evaporasi dalam evaporator berlangsung, bahan baku nira dalam tangki disirkulasikan berulang-ulang dalam economizer dan nira dalam tangki menjadi panas. Dengan demikian, nira tidak akan menjadi asam walaupun pemasakan tertunda.

ALAT PENGEMAS

Alat pengemas yang digunakan adalah pengepres plastic yang tenaga pengepressannya menggunakan kaki. Untu mengepres plastic digunakan filament pemanas dengan energy listrik. Pebgepres plastic ini dapat diatur tingkat pemanasannya sesuai dengan ketebalan plastic.

PERSIAPAN PENGOPERASIAN

Untuk mengoperasikan peralatan ini, bahan nira, bahan bakar dan energy listrik yang cukup harus telah tersedia. Untuk menyiapkan operasi peralatan ini diperlukan daya listrik 3 phase, 50 Hz, 220/380 V dengan kebutuhan daya terpakai total sekitar 4500 watt (jika semua dipakai sekaligus). Daya tersedia biasanya 2 kali daya terpakai.
Siapkan bahan bakar biomasa yang kering dan baik. Bahan bakar biomasa bisa berupa briket batubara, tempurung kelapa, potongan kayu dan lain-lain.
Bersihkan tangki nira dan tangki evaporator, dan siapkan nira yang akan dimasak secukupnhya sesuai kapasitasnya.

Sumber :

  1. Sumber Teknik Lapang IPB workshop Kawasan Teknik Lapang IPB, Jl. Ry. Darmaga-Leuwikopo, Kampus IPB Darmaga, Darmaga, Bogor.
  2. Bidang Produksi Dinas Perkebunan Kab. Kutai Kartanegara

*Penilaian Anda Click here

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *