Pemaparan Laporan Awal Penyusunan Action Plan Kawasan Perkebunan di Kabupaten Kutai Kartanegara

Tenggarong, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan rapat pemaparan laporan awal penyusunan action plan kawasan perkebunan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Rapat ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2019 di ruang rapat kepala dinas perkebunan dan diikuti oleh Tim ahli penyusunan master plan dari Universitas Mulawarman, Dinas Perkebunan Propinsi Kalimantan Timur, dan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pemaparannya, Suyadi yang mewakili dari tim penyusunan action plan menyampaikan bahwa tujuan dari penyusunan action plan ini adalah untuk memberikan panduan bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan pembangunan dalam sektor perkebunan, serta agar dapat memberikan pentunjuk teknis dalam melakukan pengembangan komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sesuai dengan Keputusan  Menteri Pertanian Nomor 472 tahun 2018, komoditas unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditetapkan adalah kelapa sawit, lada, dan karet. Selain komoditi tersebut, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara mengusulkan  komiditi lainnya seperti kelapa dalam, kopi, dan aren untuk bisa masuk ke dalam action plan Kabupaten Kutai Kartanegara, maupun Master Plan dari Dinas Perkebunan Propinsi Kalimantan Timur. Hal ini dikarenakan, komoditi tersebut adalah komoditi yang mempunyai eksistensi dan prospek ekonomi yang bagus untuk dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Masterplan adalah dokumen rancangan pengembangan kawasan pertanian di tingkat provinsi yang disusun secara teknokratik, bertahap dan berkelanjutan sesuai potensi dari aspek daya dukung dan daya tampung sumberdaya, sosial ekonomi dan tata ruang wilayah. Secara umum Action Plan perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara adalah penjabaran dari master plan Perkebunan Propinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Kartanegara adalah Kabupaten pertama di Kalimantan Timur yang telah menyusun action plan di sektor perkebunan.

Sebagai penutup, Suyadi menyampaikan dalam menyusun action plan ini diperlukan data – data berupa komoditi unggulan maupun lokasi perkebunan yang akan ditetapkan sebagai kawasan perkebunan. Selain itu, dukungan data dari berbagai pihak yang terkait dengan pembangunan perkebunan menjadi salah satu faktor penting dalam penyusunan action plan perkebunan ini. (Nyock)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *