Nilam,Tanaman Semusim yang menjanjikan (Bagian II – Habis)

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya https://disbun.kukarkab.go.id/2018/05/12/nilamtanaman-semusim-yang-menjanjikan-bagian-i/

Budidaya Nilam

Penyulingan Nilam di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang

Persiapan Bibit Tanaman Nilam
Bibit nilam diperoleh dengan cara vegetatif, terdapat 2 cara persemaian bibit yaitu:
Bibit stek dipotong sepanjang 15 hingga 18 cm. Setelah bibit stek diperoleh, selanjutnya tanam bibit stek tersebut dalam polybag semai yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, seism, pasir dan juga pupuk kandang. Media tanam tersebut disiapkan 1 hingga 2 hari sebelum melakukan persemaian tersebut. Bibit yanng dsemai dalam polybag semai ini dipelihara hingga tanaman berumur sekitar 2 bulan dan selanjutnya dapat dipindah tanamkan.

Bibit stek dipotong sepanjang 12-15 cm kemudian bibit stek tersebut direndam dalam pupuk cair organik perangsang akar selama sekitar 15 menit. ikat bibit stek tersebut dalam satuan 50-100 batang dan simpan pada tempat teduh dan sejuk selama sekitar 15 hari. Jika bibit telah tumbuh akar serabut selanjutnya dipindah tanamkan pada polybag yang diberi lubang tanam sekitar 2-3 lubang agar tidak ada gesekan pada akar.

 

Penanaman Tanaman Nilam
Untuk menanam tanaman nilam, terdapat 2 cara yaitu dengan penanaman secara tidak langsung dan penanaman secara langsung.

Penanaman Langsung yaitu menanam bibit setek yang baru dipetik langsung ditanam pada lahan tanam, dengan setiap lubang tanam diisi sekitar 2-3 batang setek.  Sedangkan Penanaman secara tidak langsung yaitu bibit setek di semai dahulu hingga berumur 6-8 minggu barulah di pindah tanamkan pada lahan tanam.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk menunjang pertumbuhan dari Nilam agar bisa tumbuh secara maksimal dan mengasilkan minyak yang banyak. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan didalam memberikan pupuk, terutama pupuk susulan ini. Mereka adalah:

  • Jenis pupuk yang digunakan untuk pupuk susulan ini harus disesuaikan dengan jenis tanaman. Hal ini karena setiap pupuk memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda-beda sehingga pemberian pupuk yang tidak tepat justeru akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Seperti misalnya pupuk kandang yang biasa digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun pada suatu tanaman.
  • Jumlah pupuk harus disesuaikan atau seimbang dengan besar dan usia tanaman yang akan diberikan pupuk susulan. Jangan sampai tanaman yang masih berusia muda diberikan pupuk dalam jumlah yang banyak sehingga pertumbuhan tanaman terganggu.
  • Waktu juga sangat menentukan efektifitas pupuk pada sebuah tanaman. Seperti misalnya pupuk dasar yang diberikan beberapa hari sebelum tanaman di tanam, pupuk susulan yang diberikan pada saat pertengan usia tanam, dan beberapa tanaman lain yang diberikan pupuk susulan setelah memasuki panen yang pertama..

Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan untuk mencabut atau membersihkan area lahan dari tanaman liar atau gulma. Penyiangan ini biasa dilakukan dengan dua cara. Secara manual dan juga kimiawi. Cara manual dilakukan dengan cara mencabut secara langsung tanaman liar atau gulma dari area lahan. Sedangkan cara kimiawi adalah dengan cara menyemprotkan cairan kimawi untuk membunuh gulma. Penyemprotan dengan zat kimiawi ini sangat tidak disarankan karena jika dilakukan secara terus menerus, zat kimia tersebut dikhawatirkan akan merusak tanah.

Pemangkasan

Pemangkasan ini biasanya dilakukan pada saat daun nilam berusia 3 bulan atau pada saat daun nilam mulai banyak dan lebat pada cabang ketiga dari atas. Salah satu ciri daun yang harus dipangkas adalah daun yang berbentuk perdu dan saling menutupi karena dikhawatirkan akan menghalangi sinar matahari menyinari seluruh bagian nilam. Daun yang jarang terkena sinar matahari dikhawatirkan akan menjadi sarang penyakit dan hama.

Pengendalian Penyakit

Berikut ini adalah cara pengendalian penyakit atau pemberantasan hama di tanaman nilai yang harus anda perhatikan:

Penyakit Layu

Penyakit layu pada nilam adalah penyakit yang sangat merugikan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Ralstonia Solanacearum dan akan menyebabkan nilam anda, muda ataupun tua, mengalami kelayuan lalu mati. Selain itu, penyakit layu ini termasuk penyakit yang dapat menular sehingga jika ada satu pohon terkena penyakit layu, kemungkinan pohon yang lain juga akan terserang juga.

Penyakit layu ini biasanya disiasati dengan bantuan obat kimiawi walaupun pada akhirnya tidak menyembuhkan secara total. Jika anda ingin terhindar dari penyakit ini, pastikan stek yang anda ambil sebagai bibit berasal dari indukan nilam yang sehat dan tahan terhadap penyakit.

Kerusakan Akar

Sama seperti penyakit layu, penyakit nilam yang menyerang akar ini juga disebabkan oleh bakteri yang bernama Nematoda. Karena menyerang akar, suplai air ke daun berkurang dan menjadikan stomata tertutup dan tingkat fotosintesis menurun. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk mengendalikan perkembangan Nematoda ini adalah dengan campuran Nematisida atau Furadan organik dengan dolomit.

Cara lain yang bisa anda lakukan agar nilam anda tidak terserang nematoda ini adalah dengan pemilihan bibit stek secara selektif. Sama seperti penyakit layu, pastikan indukan yang anda ambil cabangnya sebagai stek merupakan indukan yang tahan terhadap penyakit dan sehat. Dan salah satu indikasi tanaman yang terkena kerusakan akar ini adalah warna daunnya yang lama kelamaan berubah menjadi warna cokelat bahkan merah.

Budog

Sampai saat ini tidak ada yang tahu pasti apa penyakit budog pada nilam ini. Penyakit ini biasanya menyerang batang pada nilam dimana batang kemudian menjadi menebal serta daun yang mengerut serta menebal. Salah satu indikasi penyebaran penyakit ini adalah melalui serangga. Oleh karena itu penyemprotan insektisida harus sering-sering dilakukan untuk meminimalisir serangga yang berdiam di nilam.

Hama

Beberapa hama yang sering menyerang nilam adalah belalang, ulat pengulung daun, serta tungau merah. Cara mengatasi hama ini bisa dengan penyemprotan insektisida secara rutin serta perawatan tanaman lain seperti penyiangan gulma dan tanaman liar lainya. Tanaman liar adalah salah satu tempat hama dan penyakit biasa bersembunyi. Oleh karena itu setiap kali melakukan penyiangan, rumput atau gulma ada baiknya di bakar bukan dengan menumpuknya sampai layu.

 

Panen

Nilam yang bisa dipanen adalah nilam yang sudah berusia sekitar 6 sampai dengan 9 bulan karena pada usia seperti itu kandungan minyak nilam sudah cukup banyak. Peralatan yang anda butuhkan dalam proses pemanenan ini adalah sabit atau parang yang tajam. Kelebihan nilam dibandingkan tanaman lainnya adalah jumlah pemanenan bisa dilakukan sebanyak 2 kali.

Panen pertama, anda bisa memangkas cabang-cabang pada pohon nilam untuk mendapatkan minyaknya. Namun tidak semua cabang bisa di pankas. Cabang yang bisa dipangkas pada panenan yang pertama hanyalah cabang nomer 2 sampai keatas. Sedangkan cabang pertama dipangkas namun tidak putus untuk dirundukkan dengan tanah agar nanti dapat menumbuhkan bibit nilam baru.

Pada saat usia tanaman menginjak 9 bulan, nilam bisa dipanen untuk yang kedua kalinya dimana cara yang anda lakukan sama seperti saat anda memanen yang pertama kali. (Inp)

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *