Lada Malonan akan diusulkan untuk mendapat Hak Paten

Lada (Piper nigrum L.) atau sahang merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan Provinsi Kalimantan Timur, yang memegang peran strategis dalam perekonomian masyarakat di wilayah ini. Sejak zaman Hindia Belanda lada sudah menyebar di Kalimantan Timur dan merupakan salah satu daerah sentra pembudidayaan lada di Asia Tenggara. Jenis tanaman lada ini oleh masyarakat setempat disebut varietas lokal, yang mempunyai ciri khas dapat berbuah hampir sepanjang tahun.

Saat ini, yang dikenal dengan lada lokal Kalimantan Timur (Lada Malonan 1), banyak dibudidayakan di daerah Loa Janan, terutama Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, berencana akan mengajukan hak paten atas komoditi unggulan daerah. Salah satunya, Lada Malonan 1 yang telah diakui dan dilepas Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai lada atau varietas unggul nasional.

Baru-baru ini dilaksanakan pertemuan dalam Rangka Pembahasan Penyusunan Konsep Buku Persyaratan Indikasi Geografis Tanaman Lada Malonan I sebagai syarat pengajuan Hak Paten untuk plasma nutfah Kaltim ini, dengan harapan kedepan Malonan memiliki nilai tambah yang tinggi dengan produksi industri.

Pertemuan ini dilaksanakan di Tenggarong pada tanggal 4 Oktober 2018 yang lalu, dihadiri oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, Perwakilan Kemenkumham, Universitas Mulawarman dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dari Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Loa Janan serta melibatkan UPT. Penyuluhan dan Pengembangan Perkebunan Rakyat (P3R) Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Loa Janan.

Dalam pertemuan yang diikuti sekitar 37 peserta tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain:

1.  Disepakati perubahan nama IG Lada Malonan Kaltim menjadi IG Lada Putih Malonan Kutai Kartanegara Kaltim.

2. Disepakati juga logo IG termasuk perubahan susunan organisasi kelembagaan MPIG Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sumber: Sekretariat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *