Lada Malonan 1, Varietas Unggul Nasional

Lada (Piper nigrum L.) atau sahang merupakan salah satu komoditas perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara. Lada di Kabupaten Kutai Kartanegara pertama dikembangkan di Kecamatan Muara Badak sekitar tahun 1960 – 1970. Kemudian berkembang ke Kecamatan Loa Janan, dan beberapa kecamatan lainnya.

Lada Malonan 1, merupakan jenis varietas lada yang lokal yang banyak dikembangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan propinsi Kalimantan Timur pada umumnya. Lada Malonan 1 telah ditetapkan sebagai varietas unggul dengan SK dari Menteri Pertanian dengan nomor SK : 448/Kpts/KB.120/7/2015. Lada malonan 1 mempunyai beberapa keunggulan, antara lain mengadung minyak atsiri sekitar 2,35%, oleoserin 11,23%, dan piperin 3,82%. Kandungan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan lada putih darii varietas Petailing 1 yang mempunyai kandungan oleoserin sebesar 10,66% dan piperin 3,03%, termasuk juga lada enteng  dengan kandungan minyak atsiri 2,90%, piperin 3,96%, dan oleoserin 12,59%. Selain itu lada Malonan-1 juga toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang dan mampu berproduksi sepanjang tahun dengan produktivitas rata-rata sekitar 2,17 ton per hektare.

Di kabupaten Kutai kartanegara sampai dengan tahun 2018, Loa Janan masih menjadi sentra untuk komoditi lada dengan luas tanaman : 3.379,34 Hektar atau sebesar 75% dari seluruh luas lada di Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan untuk produksi sebesar  : 3.263,02 Ton atau sebesar 90% dari total produksi lada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain di Loa Janan, Lada juga dikembangkan di Kecamatan Muara Badak,dan Samboja. Sedangkan untuk harga lada putih rata –rata sebesar Rp. 106.000 per kilogram.

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Lada Malonan 1, Varietas Unggul Nasional

  1. Utk produk lada putih eksport dr loa janan dsk….lebih dikenal dgn nama “samarinda white piper”…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *