Dinas Perkebunan Hadiri Workshop “Tantangan Implementasi Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur”

Photo bersama narasumber dan peserta workshop “Tantangan Implementasi Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur” di Hotel Midtown-Samarinda.

Kamis, 3 Oktober 2019. Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara Bapak Ir. Syahrianto selaku narasumber dalam workshop “Tantangan Implementasi Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur”, yang dilaksanakan di Hotel Midtwon-Samarinda.

Dalam rangka mendukung penurunan emisi gas rumah kaca terutama berbasis lahan di Kalimantan Timur, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Dewan Daerah Perubahan Iklim bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dan Forest Carbon Partnership Fasility (FCPF). Untuk Kabupaten Kutai Kartanegra dihadiri oleh  Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan (DLHK) dan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ir. Syahrianto didalam workshop tersebut memaparkan tentang Mendukung Kebijakan Pelaksanaan Pembangunan Rendah Karbon “PEMBANGUNAN LANDSCAPE PERKEBUNAN RENDAH EMISI”. “Pada Pertengahan Tahun 2017 Provinsi Kalimantan Timur telah berkomitmen melalui Deklarasi Kesepakatan Pengembangan Kebun Berkelanjutan dengan melindungi kawasan Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) bersama-sama 7 (tujuh) Kabupaten untuk mempertahankan hutan alam seluas 640.000 ha dan gambut seluas 50.000 ha sampai  tahun 2030” ujarnya.

Dalam pemaparannya disampaikan pula bahwa perlunya regulasi pembangunan rendah karbon di Kabupaten Kutai Kartanegara, perlunya penetapan dan pemetaan pembangunan kawasan perkebunan berkelanjutan, menjalin kesepakatan kerjasama antara para pihak dan ketersediaan anggaran/ pendanaan dari pemerintah terkait mengenai kebijakan pembangunan rendah karbon. (ed)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *