BUDIDAYA TANAMAN KELOR

 

Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu spesies tumbuhan dalam family Moringaceae yang tahan tumbuh di daerah kering tropis. Spesies ini merupakan salah satu tanaman yang sangat bermanfaat, karena semua bagian dari tanaman seperti daun, bunga dan akar dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan baik di bidang medis maupun industri.  Tanaman ini paling kaya nutrisi, mengandung lebih banyak dan lebih padat vitamin, mineral, antioksidan tinggi, asam amino essensial lengkap dan ditambah senyawa lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak karena kemampuan pertumbuhannya dan pertumbuhan kembali (regrowth) yang tinggi sebagai hijauan pakan ternak.

Di Indonesia  kelor menyebar mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.  Saat ini daerah sentra tanaman kelor adalah Kabupaten Blora.    Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran,  masyarakat  di desa ini berhasil memanfaatkan daun kelor dan melakukan konservasi daun kelor menjadi makanan dengan nutrisi tinggi.

Syarat Tumbuh

Sebelum membudidayakan tanaman kelor, kenali terlebih  dulu syarat tumbuh tanaman kelor.  Kelor akan tumbuh baik pada iklim tropis atau sub-tropis dengan ketinggia 0-1000 meter dpl.  Suhu 25-35 derajat celcius, dengan curah hujan berkisar 250 mm – 2000 mm pertahun.  Tipe tanah : berpasir atau lempung berpasir (porous/berpori) dengan PH Tanah : 5 – 9.

Cara Menanam

  • Bibit Kelor dari Biji
  • Pilih biji kelor dengan kualtas yang baik dari polong yang telah tua.  Jemur biji  kurang lebih 1 hari dibawah terik matahari. Sediakan tempat penyemaian dapat berupa nampan, polybag atau dapat juga menyemai ditanah dengan dibuatkan bedengan. Media semau terdiri dari campuran tanah dan  pupuk kandang.
  • Rendam biji kelor dengan air hangat sebelum ditanam, pilihlah biji yang tenggelam Setelah memilih biji, semaikan biji di media penyemaian ditempat yang teduh, lakukan penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembaban media. Kecambah akan tumbuh dihari ke 7-12 Setelah tumbuh mencapai 15 cm, pindahkan kedalam polybag yang lebih besar
  • Bibit Kelor dari Stek Batang

Batang yang dapat diambil untuk bahan tanam sekurangnya berumur 1 tahun.  Pilih cabang yang keras berkayu.  Cara ini merupakan teknik yang paling sering digunakan karena proses penanamannya yang cepat. Berikut adalah cara menanam pohon kelor melalui teknik stek batang:

  • Siapkan batang kelor yang sudah dipotong dengan ukuran mencapai 30-50 cm dan diameter 3-5 cm.
  • Potong batang secara mendatar lalu masukan ke dalam polybag yang telah terisi dengan media tanam (campuran tanah dan pupuk kendang).
  • Letakkan polybag di area yang teduh dan siram secara rutin.

Penanaman

Buat lubang tanam dengan ukuran lebar 40×40 cm dengan kedalaman 30-40 cm.   Jarak tanaman yang digunakan 1 m x 1 m.   Isi lubang menggunakan pupuk kandang dan biarkan selama 1 minggu sebelum proses penanaman pohon kelor. Selanjutnya masukkan bibit pohon kelor yang telah berukuran 30-50 cm ke dalam lubang. Lakukan penyiraman secara rutin.

 Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan dilakukan untuk membuat tanaman tumbuh dengan subur.  Tanaman kelor menginginkan kondisi tanah dengan draenase yang baik, penyiraman dilakukan sekali sehari atau disesuaikan dengan kondisi tanah.  Pada umur 3 -5 bulan setelah tanaman dilakukan pemangkasan hal ini bertujuan untuk membentuk lebih banyak cabang, meningkatkan hasil dan memudahkan pemanenan.  Pemangkasan dilakukan pada tunas apical (pucuk) sekitar 10 cm dari atas saat  tinggi tanaman sekitar 0.6 – 1 meter.  Pemengkasan selanjutnya dapat dilakukan setelah pertumbuhan tanaman teratur yaitu sepanjang 10 cm  saat panjang mencapai 20 cm atau sepanjang 30 cm saat mencapai 60 cm.

Pemupukan

Pemupukan ini dilakukan satu bulan sekali untuk menjaga suplai unsur hara dalam tanah. Untuk penghematan Anda dapat menggunakan pupuk kandang. Cara menggunakannya adalah dengan menguburnya sekitar akar dengan jarak sekitar 50-80 cm dari akar pohon kelor.

Selain pupuk oragnik dapat juga menggunakan pupuk anorganik, pasa fase tunas pupuk yang diberikan adalah urea, sp-36 dan KCl masing-masing 3 gr, 1 gr dan 1 gr pertanaman.  Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 3 bulan, dapat menggunakan pupuk kandang sebanyak 500 gr/pohon.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kelor biasanya adalah  serangga seperti ulat, belalang dan rayap  dapat menggunakan insektisida untuk menanggulanginya. Insektisida ini.. Sementara, penyakit yang meyerang adalah jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici yang bisa menyebabkan tanaman kelor menjadi kering, kuning dan rontok daunnya. Untuk penyakit yang disebabkan oleh jamur akan sulit ditangani jika menyerang akar. Maka langkah memberikan fungisida di lubang tanam sangat penting. Agar tanaman tidak layu bahkan mati gulma yang ada disekitar tanaman juga harus dimusnahkan agar tidak menjadi sarang tumbuhnya jamur.

Panen

Daun kelor dapat dipanen setelah tanaman berumur 6 sampai 12 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik tangkai daun berasal dari cabang. Daun di tengah cabang kurang pahit dan lebih lembut daripada daun pada bagian ujung.  Bagian lain tanaman kelor yang dapat dimanfaatkan adalah bunga dan polongnya. Bunga yang dipetik dalam kondisi segar atau kering dapat diolah menjadi teh kesehatan. Sedangkan polong yang dipanen ketika masih muda, lembut dan hijau dapat diolah menjadi makanan kudapan seperti hidangan kacang hijau. Polong yang sudah tua, berwarna coklat, kering serta sehat akan menjadi sumber benih yang berkualitas untuk penanaman kelor selanjutnya. (Darmi, SP.MP.)

Referensi :
Budidaya Okra dan Kelor dalam Pot. 2018. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) . Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian . Kementerian Pertanian Jakarta.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *