Bid. Produksi

 

Tata kerja Kepala Bidang  Produksi meliputi:

  1. memimpin, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
  2. mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan Produksi meliputi Teknologi dan Budidaya, Sarana dan Prasarana, serta Alat dan Mesin sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  3. mengkoordinasikan penyiapan bahan dan penyusunan penetapan petunjuk teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Bidang Produksi;
  4. mengkoordinasikan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan Produksi;
  5. mengkoordinasikan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan Daerah urusan Produksi;
  6. mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan Produksi;
  7. melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

Tata kerja Kepala Seksi Teknologi dan Budidaya meliputi:

  1. menganalisis, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
  2. menyusun rencana kegiatan urusan Teknologi dan Budidaya sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  3. merencanakan, menyusun dan melaksanakan kegiatan Pengelolaan Kebun Dinas Bimbingan Teknis Budidaya Perkebunan dan Tanaman Sela pada areal Komoditas perkebunan;
  4. merencanakan pelaksanaan kegiatan sosialisasi, pengawasan, peninjauan lapangan dalam penyiapan Teknologi dan Budidaya;
  5. merencanakan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan Teknologi dan Budidaya;
  6. merencanakan Kegiatan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan Daerah urusan Teknologi dan Budidaya;
  7. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatanpelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan Teknologi dan Budidaya;
  8. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

Tata kerja Kepala Seksi  Sarana dan  Prasarana meliputi:

  1. menganalisis, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
  2. menyusun rencana kegiatan urusan Sarana dan Prasarana sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  3. merencanakan, menyusun teknis pembinaan dan pengawasan serta melaksanakan kegiatan Pengadaan Pupuk, Embung, Jalan Produksi, Pintu Air, DAM Parit, Saluran Parit Kebun  dan Sarana Prasarana lainnya;
  4. merencanakan dan melaksanakan kegiatan dan pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pupuk Palsu;
  5. merencanakan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan Sarana dan Prasarana
  6. merencanakan Kegiatan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan Daerah urusan Sarana dan Prasarana;
  7. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatanpelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan Sarana dan Prasarana;
  8. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

Tata kerja Kepala Seksi Alat dan Mesin meliputi:

  1. menganalisis, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan;
  2. menyusun rencana kegiatan urusan Alat dan Mesin sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
  3. merencanakan, penyusunan dan pelaksanaan kegiatan Pengadaan Alat Panen dan Pasca Panen, Unit Pengolahan Hasil Perkebunan, Alat dan Mesin lainnya;
  4. merencanakan pelaksanaan kegiatan Inventarisasi, Pengawasan, Pemeliharaan, dan Mutasi Alat dan  Mesin;
  5. merencanakan dan menyiapkan bahan Perjanjian  Kinerja  dan Standar Operasional Prosedur (SOP)  urusan Alat dan  Mesin;
  6. merencanakan Kegiatan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan Daerah urusan Alat dan Mesin;
  7. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan  yang berkaitan dengan urusan Alat dan  Mesin;
  8. merencanakan, melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

*Penilaian Anda Click here