• Tlp/Fax: (0541) 661073 – 661954
  • disbun@mail.kukarkab.go.id
PETANI MILENIAL KUKAR
03 Oktober 2022 Admin Website Artikel 140
PETANI MILENIAL KUKAR

Belakangan ini sering kita dapati tulisan tentang cerita petani muda di berbagai daerah, hal ini menjadi menarik mengingat rendahnya minat generasi muda dalam sektor pertanian dan masih belum tercapainya regenerasi petani yang ideal.  Meskipun belum dapat menjadi indikasi terhadap meningkatnya angka petani milenial kedepan, namun paling tidak, diharapkan hal ini bisa membuka pikiran tentang potensi sektor pertanian dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk memulai usaha budidaya tanaman.

 "AMIN RAIS PETANI MILENIAL KEC. ANGGANA"

Di Kukar sendiri, meski juga menghadapi persoalan rendahnya persentase angka petani muda, namun kisah perjuangan dan keberhasilan petani milenial  beberapa kali diangkat dan membuat kagum pembacanya, salah satunya tentang M. Amin Rais (26) seorang petani muda dari Kec. Anggana (Kaltim Kece, 2021). 

Saat ditemui Rais menceritakan awalnya tidak memiliki minat dalam dunia pertanian,  peternakan unggas dan kambing yang dikelolanya pada saat itupun hanya dilakukan setengah hati karena dorongan ayahnya yang juga seorang petani. “dulu saya berternak hanya karena menuruti kemauan Bapak saja” tutur Rais. Sang ayah yang terus memberikan pengarahan dan motivasinya, ingin Rais menyadari besarnya potensi usaha pertanian. 

Pandangan Rais terhadap pertanian berubah setelah mengikuti pelatihan pada tahun 2015, Rais pun mulai serius dalam mengelola usaha ternaknya sembari menyelesaikan pendidikan sarjana.

Semangat Rais pun disebarkannya kepada teman temannya, rembukpun dilakukan para milenial ini hingga terbentuklah Poktan “Pemuda Tani” dengan menjalankan berbagai jenis subsektor sekaligus, mulai dari tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan komoditi kelapa dalam hingga berjalan sampai saat ini.

Tak cukup sampai di situ, melihat potensinya, Rais juga berencana mengembangkan kopi lokal seluas 2 ha.  Rais dan teman-temannya sudah merasakan manisnya hasil dari usaha pertanian, wakil ketua Poktan “Pemuda Tani” ini berharap generasi muda dapat bangkit dan berhasil dari pertanian. “saya ingin melihat lebih banyak pemuda bisa berhasil dari peternakan, perkebunan atau tanaman pangan” pungkasnya.

 

"MUHAMMAD HAIRUL HUDA PETANI MILENIAL KEC. SAMBOJA"

 

Berbeda dengan Rais, Muhammad Hairul Huda (34) memiliki kisah perjuangannya sendiri. Huda memutuskan menjadi petani setelah diPHK pada salah satu perusahaan swasta.

Begitulah awal cerita bertani Huda, sapaan akrab Muhammad Hairul Huda seorang petani muda Kel. Bukit Merdeka Kec. Samboja.  Setelah diPHK pada tahun 2015, Huda tidak mencari pekerjaan yang sama seperti sebelumnya, atau pekerjaan kantoran yang lebih banyak diminati pemuda seusianya, Sarjana Ilmu Komunikasi Fisipol Unmul lulusan Tahun  2012 ini lebih memilih menjadi petani kelapa sawit.

Keputusan Huda memilih bertani sebagai sumber mata pencaharian mendapat dukungan penuh dari keluarga, terlebih orang tua yang juga merupakan seorang petani kelapa sawit, bahkan karena terinspirasi sang ayahlah yang mendorong tekad Huda untuk berkebun. “terinspirasi dari ayah, setelah PHK saya putuskan untuk bertani” ucapnya.

Dengan pengelolaan keuntungan berkebun, Huda terus melakukan pengembangan lahan, yang awalnya 1 ha, bertahap diperluas hingga 10 ha, bahkan ketua Gapoktan Kelurahan Bukit Merdeka Kec. Samboja ini, melakukan diversifikasi komoditi tanamnya dengan pengembangan lada dan buah naga.

Selain Ketua Gapoktan, saat ini Huda juga terlibat dalam keorganisasian bidang pertanian lainnya, diantaranya sebagai ketua P4S Nasda (Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya) dan Duta Petani Milenial Kabupaten Kukar. Berbagai kegiatan pun diikutinya dengan maksud dapat meningkatkan kemampuan dan peluang dalam agribisnis/usaha niaga tani, Huda berharap suatu saat dengan bantuan teknologi dapat melakukan inovasi mulai dari hulu sampai pada kegiatan hilirisasi, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan tani maupun pengembangan produk pertanian serta dapat meningkatkan nilai jual baik untuk kebutuhan domestik maupun sebagai komoditas ekspor. “harapannya bisa berinovasi dengan teknologi dan hasilnya bisa diekspor” ujarnya.

Para milenial ini berharap terus mendapat perhatian pemerintah terhadap kendala usaha terutama terbatasnya sarana dan prasarana serta dalam hal peningkatan SDM.

 

Saat ini Pemkab Kukar melalui OPD Teknis tengah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas petani muda, Dinas Perkebunan sendiri selain melakukan sosialisasi dan diseminasi di lapangan, pada Tahun 2022 melaksanakan  pembinaan terhadap petani milenial melalui Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan di Desa. “Tahun ini Disbun menargetkan 5 Poktan sebagai peserta pembinaan kelembagaan, dan akan terus dilanjutkan sebagaimana Renstra Dinas Perkebunan Tahun 2021-2026” ucap Desy Noriyani, S.Hut.,M.P selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

 

"The Agent Of Agricultural Change"

Petani Milenial adalah petani yang berusia 19 s/d 39 tahun atau yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. 

Petani milenial yang dianggap lebih memiliki aksesibilitas dan abilitas terhadap informasi dan teknologi serta perubahannya, diharapkan dapat menumbuhkembangkan agropreneurship dan memajukan pertanian berkelanjutan terutama di wilayahnya masing-masing.

 

Fatkurrahman, 2022


Artikel Terkait

Banner





Agenda

Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Bulan Desember 2021
23 Desember 2021 s/d 23 Desember 2021

Sosialisasi Pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA)
16 Desember 2021 s/d 16 Desember 2021

Pelatihan SIP Kebun
06 Desember 2021 s/d 06 Desember 2021


Penguatan SAKIP
19 November 2021 s/d 19 November 2021

Statistik

Online 1
Pengunjung Hari Ini 100
Halaman Dikunjungi Hari Ini 373
Total Pengunjung 11108
Total Halaman Dikunjungi 176658

Cegah dan Atasi Kebakaran Lahan dan Kebun...