• Tlp/Fax: (0541) 661073 – 661954
  • disbun@mail.kukarkab.go.id
Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit
31 Juli 2018 Admin Website Artikel 210
Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit  [caption id="attachment_2399" align="alignleft" width="300"] Kebun Kelapa Sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara[/caption]

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (Biodiesel). Perkebunanya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar Serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

Bunga  jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

Buah terdiri dari tiga lapisan:

  • Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
  • Mesoskarp, serabut buah
  • Endoskarp, cangkang pelindung inti

Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma  dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

Syarat hidup

Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU - 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembapan 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.

Untuk teknis budidaya kelapa sawit, dapat didownload pada link berikut: Pedoman Budidaya Kelapa Sawit

Sumber : Subbag Program dan Keuangan (Ny)

*Penilaian Anda [qsm_link id=2]Click here [/qsm_link]


Artikel Terkait

Banner





Agenda

Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Bulan Desember 2021
23 Desember 2021 s/d 23 Desember 2021

Sosialisasi Pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA)
16 Desember 2021 s/d 16 Desember 2021

Pelatihan SIP Kebun
06 Desember 2021 s/d 06 Desember 2021


Penguatan SAKIP
19 November 2021 s/d 19 November 2021

Statistik

Online 9
Pengunjung Hari Ini 15
Halaman Dikunjungi Hari Ini 243
Total Pengunjung 4235
Total Halaman Dikunjungi 66168

Cegah dan Atasi Kebakaran Lahan dan Kebun...